Healthcare
RSUD Kabupaten — Kalimantan Timur
Pembangunan RSUD baru Tipe C kapasitas 100 tempat tidur di Kalimantan Timur. Desain MEP untuk iklim tropis lembab dengan penekanan pada efisiensi energi dan keandalan sistem.
Project Overview
Lokasi RSUD di daerah dengan keterbatasan infrastruktur (listrik PLN tidak 100% andal, air PDAM tidak tersedia) membutuhkan desain MEP yang mandiri. Sistem meliputi genset 2 × 500 kVA sebagai backup, tangki air 500 m³, STP mandiri, dan PLTS 100 kWp.
Scope of Work
- • Sistem kelistrikan mandiri: genset 2 × 500 kVA dengan ATS dan UPS untuk area kritikal
- • PLTS 100 kWp dengan baterai penyimpanan untuk operasi saat PLN padam
- • Sistem plumbing: tangki air 500 m³, pompa booster, dan distribusi per gedung
- • Sewage Treatment Plant mandiri kapasitas 150 m³/hari
- • Sistem HVAC untuk ruang OK, ICU, ruang isolasi, dan rawat inap
- • Sistem gas medis: O2, vakum medis, dan udara medis dari generator lokal
- • Sistem fire detection dan suppression sesuai standar fasilitas kesehatan
Project Objectives
- • Membangun RSUD yang sepenuhnya mandiri dari infrastruktur publik (PLN dan PDAM)
- • Memastikan sistem dapat beroperasi minimal 72 jam tanpa PLN
- • Memenuhi standar Kemenkes untuk RS Tipe C dari sisi infrastruktur MEP
- • Mengintegrasikan PLTS untuk mengurangi biaya operasional jangka panjang
- • Menyelesaikan dalam 20 bulan sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat
Engineering & Delivery Methodology
Desain RS Mandiri
- • Load analysis mendalam untuk menentukan kapasitas genset dan PLTS
- • Desain sistem distribusi air mandiri dengan sumber sumur dalam
- • Perencanaan gas medis dengan generator O2 on-site (PSA Oxygen Generator)
- • Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kemenkes untuk persyaratan teknis RS Tipe C
Konstruksi di Lokasi Terpencil
- • Mobilisasi material dengan jalur darat dan tongkang karena keterbatasan akses
- • Pembangunan infrastruktur sementara (listrik dan air) untuk menunjang konstruksi
- • Instalasi MEP bersamaan pekerjaan sipil untuk menghemat waktu
- • Commissioning bertahap per gedung sesuai prioritas pelayanan RS
Commissioning & Operasional
- • Black-start test: simulasi padam total PLN selama 72 jam
- • Uji kapasitas STP dengan air limbah sesungguhnya selama 30 hari
- • Sertifikasi gas medis oleh BPFK setempat
- • Pelatihan teknisi RSUD untuk operasional dan pemeliharaan sistem mandiri
Project Timeline
Engineering Design RS Mandiri
Duration: 4 Months
April - Juli 2026
Mobilisasi & Infrastruktur Sementara
Duration: 2 Months
Agustus - September 2026
Konstruksi MEP Gedung Utama RS
Duration: 8 Months
Oktober 2026 - Mei 2027
Instalasi Genset, PLTS & STP
Duration: 4 Months
Juni - September 2027
Commissioning & Sertifikasi
Duration: 3 Months
Oktober - Desember 2027
Serah Terima & Pelatihan
Duration: 1 Month
Januari - Januari 2028
Challenges & Solutions
Challenges
- • Lokasi terpencil dengan akses jalan terbatas menyulitkan mobilisasi alat berat
- • Ketidaktersediaan PLN dan PDAM mewajibkan semua sistem benar-benar mandiri
- • Cuaca Kalimantan dengan curah hujan tinggi menghambat pekerjaan di area luar gedung
- • Keterbatasan tenaga ahli MEP lokal sehingga sebagian besar tim dari Jawa
Solutions
- • Penggunaan precast concrete dan prefabricated MEP module untuk mengurangi pekerjaan di lokasi
- • Desain sistem dengan redundansi penuh: genset + PLTS + baterai sebagai 3 lapis proteksi
- • Penjadwalan pekerjaan outdoor pada musim kemarau berdasarkan data historis BMKG
- • Program transfer knowledge ke teknisi lokal selama konstruksi berlangsung
Key Outcomes
- • 100 TT kapasitas terlayani
- • Sistem mandiri 72 jam tanpa PLN
- • PLTS 100 kWp operasional
- • Sesuai standar Kemenkes RS Tipe C
Standards & Compliance
- • Permenkes No. 24 Tahun 2016 — Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana RS
- • Kepmenkes No. 1204 Tahun 2004 — Persyaratan Kesehatan Lingkungan RS
- • SNI 7063 — Sistem gas medis pada fasilitas pelayanan kesehatan
- • ASHRAE 170 — Ventilation of Health Care Facilities
- • IEC 62040 — Uninterruptible power systems (UPS)
- • Peraturan Menteri ESDM tentang PLTS Terpencil